Kamis, 16 Mei 2013

cinta yang unik


Berawal dari perkenalanku dengan gadis yang benama Vita kisah cintaku bermula,dia gadis yang berasal dari kota Surabaya yang menuntut ilmu agama (mondok) di sebuah pesantren di Banyuwangi tepatnya di ponpes Sirojut Tholibien Giri.sa’at itu usia ku masih 24 tahun.
Kebetulan waktu itu salah satu saudaraku juga mondok di sana dan melalui dia lah aku mengenal Vita,hubungan berlangsung tapi hanya lewat hape aja karna waktu itu aku berkerja di Bali.sampai kurang lebih 2 bulan aku menjalin hubungan lewat hape tanpa pernah bertemu dengan Vita sambil berharap dia mau menerima aku  apa adanya seperti yang slalu dia katakan sa’at aku menanyakan soal kesetia’an.dan aku pun pulang ke Banyuwangi  dan segera menemuinya kami pun mengatur pertemuan dengan bantuan saudaraku dan kamipun jalan-jalan ke tempat wisata alam Kali Bendo disana kami ngobrol panjang lebar.dan setelah dua hari kemudian aku mendapat kabar buruk bahwa sesungguhnya Vita tak mau menerima aku apa adanya seperti apa yang dia sering ucapkan alangkah terkejutnya aku mendengar kabar itu dan pada sa’at yang bersama’an pula aku mendapat kabar bahwa dia lagi jalan sama seorang cowok ke sebuah hotel di Banyuwangi aku marah,sakit hati,cemburu tak habis fikir dengan apa yang ia lakukan itu sampai akhirnya aku di sadarkan oleh teman dia yang masih ada hubungan saudara dengan ku itu bahwa memang begitu lah tingkah laku Vita sejak  pertama dia kenal.
Lagi lagi Lukman ngasih aku nomer telpon cewek yang katanya dia juga dari Surabaya.nama nya Reni Susanti.aku sudah agak kurang beminat dengan perempuan yang berasal dari sana tapi tetap saja aku tlp dan kirim sms. karna aku tau Lukman juga sudah ngasih nomer telp itu ke beberapa teman ku aku jadi kurang semangat  menjalin hubungan lewat tlpn waktu berlalu kurang lebih 2 bulan aku tak pernah menghubungi nomor itu lagi karna waktu itu aku lagi menjalin hubungan dengan gadis asal Lombok NTB dan kembali kandas di usia hanya satu bulan.aku mencoba menghubungi nomor itu lagi sambil iseng tanya kabar ternyata dia masih menyimpan nomor telpn ku dan masih ingat juga kalau aku berasal dari Banyuwangi.Waktu terus berlalu aku masih tetap berhubungan telpn dengan Reni sampai suatu sa’at aku mencoba menyatakan cinta padanya dan dia pun menerima cinta ku dengan tulus walau kita tak saling tahu wajah dan sifat masing-masing ,Reni berasal dari Tuban jawa timur dan dia  memang berbeda dengan gadis pada umum nya dia mampu memegang kesetia’an dan cinta yang aku berikan walau kami tak pernah bejumpa aku pun mulai menanam kesetia’an dan ketulusan menerima dia apa adanya terbukti inilah jodoh ku.
Pada suatu hari Reni meminta ku untuk menemuinya di Sidoarjo aku pun nekat berangkat kesana seorang diri untuk menemuinya,akhirnya setelah setahun menjalin hubungan pertemuan pertama kami pun terjadi aku menemuinya dan langsung membawanya pulang ke Tuban akupun turut serta ke rumah keluarganya dan diperkenalkan lah aku pada keluarganya,ternyata mereka sudah tau banyak tentang aku karna Reni sering cerita tentang aku ke keluarganya.kami berdua memutuskan untuk berkeja bareng ke Bali  dan alhamdulillah dengan berat hati keluarganya mengizinkan dia ikut aku jadi semakin sayang sama Reni tapi aku juga semakin takut akan omongan orang tentang kami tapi kami masih punya iman dan harga diri yang wajib kami jaga terlebih nama baik keluarga kami aku gak mau keluarga kami tercoreng dan malu karna ulah kami.aku pun menjaga Reni dengan sangat bertanggung jawab sampai akhirnya aku bawa dia pulang ke Banyuwangi dan ku perkenalkan pada keluarga ku mereka senang dengan kehadiran Reni di tengah2 keluarga ku dia di sambut baik oleh keluarga ku.tak lama di Bayuwangi kami pun berangkat ke Bali untuk mencari uang dan merencanakan hubungan kami selanjutnya.
Setelah berapa bulan kemudian kami memutuskan untuk mengakhiri masa lajang kami dan melangsungkan pernikahan di Tuban pada tahun 2008.sekalian juga agar warga yang dulu memandang aku kurang baik tau bahwa aku tidak main-main  dengan apa yang aku laku kan.Alhamdulillah aku menikahi Reni masih dalam keada’an yang sama dengan sa’at aku membawanya ke Bali karna aku memang berjanji bahkan bersumpah akan slalu menjaga keutuhan dan nama baik serta kegadisan nya...dan semua itu lulus.
                                                            
Sekarang kami telah di karuniai seorang putra yang pada sa’at saya menulis cerita ini telah berumur 4 tahun dan kebahagia’an kami pun semakin bertambah dengan kehadiran anak  di tengah keluagra kecil kami.
Ini lah kisah pertemuan ku dengan istriku tercinta.....salam dari kami
Basri  &  Reni

Kamis, 25 April 2013


Mungkin ini lah zaman yang harus kita hadapi,walau kadang kita takut menghadapi resiko 
yang akan terjadi namun tanpa sadar kita akan selalu mengikuti apa yang akan menjadi
mode sa'at ini.
Akankah kita akan selalu bersikap seperti ini?..atau kita akan segera menyadari apa 
yang telah kita lakukan ini..........???????
hanya sepenggal pertanya'an yang terkubur dalam hati ku yang tak kan bisa bisa terjawab
walau aku tau apa yang semestinya aku perbuat,seolah sudah menjadi hal yang lumrah
terlihat oleh siapapun dan di mana pun walau itu tak pantas.
Ingat lah ketika kita menjadi seorang ibu untuk anak-anak mu..
Ingatlah ketika kita menjadi seorang istri buat suami-suami kita..
Ingatlah ketika kita menjadi panutan dan cermin kehidupan buat orang yang seharusnya 
menghormati kita.......Akankah kita selalu seperti ini......