Berawal
dari perkenalanku dengan gadis yang benama Vita kisah cintaku bermula,dia gadis
yang berasal dari kota Surabaya yang menuntut ilmu agama (mondok) di sebuah
pesantren di Banyuwangi tepatnya di ponpes Sirojut Tholibien Giri.sa’at itu
usia ku masih 24 tahun.
Kebetulan waktu itu salah satu
saudaraku juga mondok di sana dan melalui dia lah aku mengenal Vita,hubungan
berlangsung tapi hanya lewat hape aja karna waktu itu aku berkerja di
Bali.sampai kurang lebih 2 bulan aku menjalin hubungan lewat hape tanpa pernah
bertemu dengan Vita sambil berharap dia mau menerima aku apa adanya seperti yang slalu dia katakan
sa’at aku menanyakan soal kesetia’an.dan aku pun pulang ke Banyuwangi dan segera menemuinya kami pun mengatur
pertemuan dengan bantuan saudaraku dan kamipun jalan-jalan ke tempat wisata
alam Kali Bendo disana kami ngobrol panjang lebar.dan setelah dua hari kemudian
aku mendapat kabar buruk bahwa sesungguhnya Vita tak mau menerima aku apa
adanya seperti apa yang dia sering ucapkan alangkah terkejutnya aku mendengar
kabar itu dan pada sa’at yang bersama’an pula aku mendapat kabar bahwa dia lagi
jalan sama seorang cowok ke sebuah hotel di Banyuwangi aku marah,sakit
hati,cemburu tak habis fikir dengan apa yang ia lakukan itu sampai akhirnya aku
di sadarkan oleh teman dia yang masih ada hubungan saudara dengan ku itu bahwa
memang begitu lah tingkah laku Vita sejak
pertama dia kenal.
Lagi lagi Lukman ngasih aku nomer
telpon cewek yang katanya dia juga dari Surabaya.nama nya Reni Susanti.aku
sudah agak kurang beminat dengan perempuan yang berasal dari sana tapi tetap saja
aku tlp dan kirim sms. karna aku tau Lukman juga sudah ngasih nomer telp itu ke
beberapa teman ku aku jadi kurang semangat
menjalin hubungan lewat tlpn waktu berlalu kurang lebih 2 bulan aku tak
pernah menghubungi nomor itu lagi karna waktu itu aku lagi menjalin hubungan
dengan gadis asal Lombok NTB dan kembali kandas di usia hanya satu bulan.aku
mencoba menghubungi nomor itu lagi sambil iseng tanya kabar ternyata dia masih
menyimpan nomor telpn ku dan masih ingat juga kalau aku berasal dari
Banyuwangi.Waktu terus berlalu aku masih tetap berhubungan telpn dengan Reni
sampai suatu sa’at aku mencoba menyatakan cinta padanya dan dia pun menerima
cinta ku dengan tulus walau kita tak saling tahu wajah dan sifat masing-masing
,Reni berasal dari Tuban jawa timur dan dia
memang berbeda dengan gadis pada umum nya dia mampu memegang kesetia’an
dan cinta yang aku berikan walau kami tak pernah bejumpa aku pun mulai menanam
kesetia’an dan ketulusan menerima dia apa adanya terbukti inilah jodoh ku.
Pada suatu hari Reni meminta ku untuk
menemuinya di Sidoarjo aku pun nekat berangkat kesana seorang diri untuk
menemuinya,akhirnya setelah setahun menjalin hubungan pertemuan pertama kami
pun terjadi aku menemuinya dan langsung membawanya pulang ke Tuban akupun turut
serta ke rumah keluarganya dan diperkenalkan lah aku pada keluarganya,ternyata
mereka sudah tau banyak tentang aku karna Reni sering cerita tentang aku ke
keluarganya.kami berdua memutuskan untuk berkeja bareng ke Bali dan alhamdulillah dengan berat hati
keluarganya mengizinkan dia ikut aku jadi semakin sayang sama Reni tapi aku
juga semakin takut akan omongan orang tentang kami tapi kami masih punya iman
dan harga diri yang wajib kami jaga terlebih nama baik keluarga kami aku gak
mau keluarga kami tercoreng dan malu karna ulah kami.aku pun menjaga Reni
dengan sangat bertanggung jawab sampai akhirnya aku bawa dia pulang ke
Banyuwangi dan ku perkenalkan pada keluarga ku mereka senang dengan kehadiran
Reni di tengah2 keluarga ku dia di sambut baik oleh keluarga ku.tak lama di
Bayuwangi kami pun berangkat ke Bali untuk mencari uang dan merencanakan
hubungan kami selanjutnya.
Setelah berapa bulan kemudian kami
memutuskan untuk mengakhiri masa lajang kami dan melangsungkan pernikahan di
Tuban pada tahun 2008.sekalian juga agar warga yang dulu memandang aku kurang
baik tau bahwa aku tidak main-main dengan apa yang aku laku kan.Alhamdulillah aku
menikahi Reni masih dalam keada’an yang sama dengan sa’at aku membawanya ke
Bali karna aku memang berjanji bahkan bersumpah akan slalu menjaga keutuhan dan
nama baik serta kegadisan nya...dan semua itu lulus.
Sekarang kami telah di karuniai
seorang putra yang pada sa’at saya menulis cerita ini telah berumur 4 tahun dan
kebahagia’an kami pun semakin bertambah dengan kehadiran anak di tengah keluagra kecil kami.
Ini
lah kisah pertemuan ku dengan istriku tercinta.....salam dari kami
Basri &
Reni

.jpg)